Sabtu, 31 Desember 2011

Pengajian Gus Miek

Ulama' Sesepuh – sesepuh sing di-fatechahi kalih tiyang-tiyang sing tertera tercantum dalam Dzikrul Ghofilin niku sing badhe kulo panjengan derek'i fil Akheroh (1998).  
(Ulama Para Sesepuh yang mendapat kiriman Fatechah bersama orang-orang yang tertera dan tercantum dalam Dzikrul Ghofilin itu yang akan saya dan Anda semua ikuti hingga di Akherat (1998).)**


Hadirin kolowau wonten ingkang tanglet, " Gus Miek, Sami'in Qur'an niku menawi Ba'da Sholat Fardhu aqibah kulli maktubalin, sing sae maos menopo ?". Damel wiridan!! kejawi panjenengan ingkang sampun nderek Ba'dit Thoriqoh Al-Muktabaroh.

Meniko ugi dados simbolipun Dzikrul Ghofilin. Resepipun nderek As-Syaikhul Imam Abi Hamid Muhammad Al-Ghozali, ingkang ugi dipun ijazahaken kaliyan rayinipun Syaikh Ahmad Al-Ghozali (1988). 
( Para Hadirin, tadi ada yang bertanya, 'Gus Miek, Sami'in Qur'an setelah Selesai Sholat Fardhu aqibah kulli maktubalin, sebaiknya membaca apa ?". Untuk Wiridan !! selain Anda yang sudah mengikuti Ba'dit Thoriqoh Al-Muktabaroh, Ini juga menjadi simbolnya Dzikrul Ghofilin. Resepnya mengikuti amalan As-Syaikhul Imam Abi Hamid Muhammad Al-Ghozali, yang juga di ijazahkan oleh Adiknya Syaikh Ahmad Al-Ghozali (1988).)**


Jadi ini sebuah pembangunan yang harus diwujudkan oleh penderek, pimpinan Dzikrul Ghofilin ataupun sema'an Al-Qur'an. Sebab antarane Sema'an Al-Qur'an kaliyan Dzikrul Ghofilin, ingkang sampun dipun simboli kaliyan Fatichah mi'ata marrohba'da kuli sholah, meniko berkaitan manunggal (1988).
(Jadi ini sebuah pembangunan yang harus diwujudkan oleh pengamal, pimpinan Dzikrul Ghofilin ataupun sema'an Al-Qur'an. Sebab antara Sema'an al-Qur'an dengan Dzikrul Ghofilin, yang sudah diberi simbol dengan Fatichah mi'ata marrohba'da kuli sholah, ini berkaitan dan menyatu (1988)).**


Kulo Panjenengan, anggota Sami'in, Dzikrul Ghofilin khususipun, ayo podo ramah tamah, apik lahir batin karo liyan, karo sesomo, Podo-podo menungso, senajan seje wiridan, seje aliran. Kulo Panjenengan kedah ndukung kawontenan sing pun kadung mantep Fin Naqshabandiyah, Fil Qodiriyah au Fi Asatidz Thoriqoh Muktabaroh. Sampun ngantos terpancing mboten ngurmati dateng salah satunggale aliran wirit ingkang tegas muktabar dengan pakem-pakem ingkang sampun mu'ayyan, khasshoh, lan tegas (1990).
(Saya dan Anda anggota Sami'in & Dzikrul Ghofilin khususnya, Ayo saling ramah tamah, baik secara lahir batin dengan yang lain, dengan sesama. Sama-sama Manusia meskipun berlainan wirid, berlainan aliran. Saya dan anda sekalian harus mendukung keberadaan yang sudah mantap Fin Naqsabandiyah Fil Qodiriyah auFi Asatidz Thoriqoh Muktabaroh. Jangan sampai terpancing tidak saling menghormati dengan salah satu aliran wirid yang denga tegas muktabar dengan pakem-pakemyang sudah mu'ayyan, khassoh, dan tegas (1990) ).**


Demi Allah, manah kulo namung nangis teng Allah, mugo-mugo Sami'in setia pengamal Dzikrul Ghofilin niki kabeh masalah-masalahe tuntas, digateni karo Allah(1991).
(Demi Allah, batin Saya hanya bisa menangis kepada Allah, semoga para Sami'in setia pengamal Dzikrul Ghofilin semuanya, segala masalahnya bisa tuntas, sangat diperhatikan oleh Allah (1991)).**


"Gus Miek, kulo teng kampung niku sareng-sareng tiyang kathah ?".Sing penting imut teng Allah, mboten rumaos langkung suci ketimbang liyane, ora sempat nglirik maksiate wong liyo, kaleh sinten-sinten nggadah manah sing sae. Nggih niku ciri khase pengamal Dzikrul Ghofilin (1991). 
( " Gus Miek, Saya di kampung itu sering berkumpul dengan orang banyak ?".Nasehat Gus Miek, yang penting ingat akan Allah, tidak merasa yang paling suci dari yang lain, tidak usah mengurusi perbuatan maksiatnya orang lain, dengan siapapun harus lebih menonjolkan perilaku yang baik. Itulah ciri khas pengamal Dzikrul Ghofilin (1991)).**


Mugi-mugi termasuk Dzikrul Ghofilin sing pun dados ketahanan batiniyah, mangke dados penyangga kulo panjenengan wonten ing sidang-sidang yaumal chisab. Niku sing penting. Ditengah-tengah kulo panjenengan angel noto bojo, noto rumah tangga, sulitnya menciptakan sesuatu yang indah, tanda-tanda musibah badhe dugi, berarti kulo panjenengan dituntut nyusun ketahanan batiniyah, nyentuh dos pundi supados Allah niku sayang, gati teng kulo panjenengan. Niki mawon (1991). 
( Moga-moga wirid Dzikrul Ghofilin bisa menjadi ketahanan batiniyah, menjadi penyangga Saya dan Anda sekalian pada hari sidang Yaumal Chisab. Ini yang sangat penting. Ditengah-tengah Saya dan Anda sekalian kesulitan menata istri/suami, menata rumah tangga, kesulitan menciptakan sesuatu yang indah. Dan menunggu tanda–tanda musibah yang akan datang, berarti Saya dan Anda sekalian dituntut menyusun ketahanan batiniyah hingga menyentuh bagaimana supaya Allah itu sayang, perhatian dengan Saya dan anda sekalian. Itu saja (1991)).**


Pramilo kulo crios dateng lare-lare, ngomongke Dzikrul Ghofilin ojo pisan-pisan diiklan-ne, dipromosi'ne minongko senjata katrol sukses duniawiyah (1991).
( Untuk itu Saya berharap pada anak-anak, berkaitan dengan Dzikrul Ghofilin jangan sekali-kali di-iklankan, dipromosikan sebagai alat atau senjata untuk mengkatrol sukses duniawiyah (1991)).


Sumber : http://id.id.facebook.com



0 komentar:

Posting Komentar

"MENGABDI UNTUK BERBAKTI"

___________________________

Powered by: Blogger